Lirik Terjemahan 'That's Why You Go Away' - Michael Learns To Rock

by ADDMIN 67 views
Iklan Headers

Guys, siapa sih yang nggak kenal sama lagu legendaris dari Michael Learns To Rock (MLTR) ini? "That's Why You Go Away" itu udah kayak soundtrack masa muda kita semua, ya kan? Dengerin lagu ini tuh rasanya langsung nostalgia, inget mantan, inget mantan punya pacar baru, inget semua drama percintaan yang pernah ada. Tapi, pernah nggak sih kalian penasaran arti sebenernya dari liriknya? Nah, kali ini kita bakal bedah tuntas lirik terjemahan "That's Why You Go Away" biar makin relate sama setiap kata yang dinyanyiin sama Jascha Richter.

Kenapa Lagu Ini Begitu Berkesan?

Lagu "That's Why You Go Away" dirilis tahun 1997 dalam album Blue Night. Langsung aja jadi hits besar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Melodinya yang easy listening tapi ngena di hati, ditambah liriknya yang nyeritain tentang patah hati tapi dengan cara yang puitis, bikin lagu ini abadi banget. Saking populernya, lagu ini sering banget dijadiin soundtrack film, acara TV, bahkan jadi lagu wajib di acara-acara kayak pernikahan (eh, kok sedih ya?). Tapi serius deh, meskipun temanya tentang perpisahan, ada semacam kekuatan dan penerimaan dalam lagu ini yang bikin pendengarnya nggak merasa sendirian dalam kesedihan. MLTR emang jago banget ya bikin lagu yang universally relatable. Mereka berhasil menangkap perasaan kehilangan dan kekecewaan yang universal, yang bisa dirasain sama siapa aja, kapan aja, di mana aja. Makanya, sampai sekarang, meskipun udah puluhan tahun berlalu, lagu ini tetap relevan dan dicintai banyak orang. Coba deh inget-inget lagi, pasti ada momen di mana lagu ini nemenin kalian pas lagi galau atau lagi reflecting sama hubungan yang udah kandas. Itu dia kenapa lagu ini punya tempat spesial di hati para pendengarnya.

Terjemahan Lirik "That's Why You Go Away" - Baris per Baris

Oke, langsung aja kita masuk ke intinya. Siapin tissue kalau perlu, guys, karena kita akan menyelami lautan kesedihan (atau mungkin kelegaan?) dari lagu ini.

Verse 1:

You were my everything, and something that I thought would always be (Kamu adalah segalanya bagiku, dan sesuatu yang kupikir akan selalu ada) You were the love of my life, and I can't believe you're gone from me (Kamu adalah cinta dalam hidupku, dan aku tak percaya kamu telah pergi dariku)

Di awal lagu ini, MLTR udah langsung ngasih tahu kita betapa dalamnya perasaan si penyanyi ke pasangannya. Dia nganggep pasangannya itu everything, dunia dan isinya. Nggak cuma itu, dia juga yakin banget kalau hubungan mereka itu bakal langgeng selamanya. Perasaan yakin dan percaya diri kayak gini tuh wajar banget ya pas lagi kasmaran. Kita pasti pernah ngerasa kayak gitu, mikir kalau cinta kita tuh the one and only, nggak akan pernah berakhir. Tapi, kenyataannya, hidup itu dinamis, guys. Nggak semua yang kita pikir akan abadi itu beneran abadi. Makanya, kalimat kedua di bait ini tuh nyampein rasa nggak percaya yang mendalam. Dia kaget dan sedih banget pas sadar kalau orang yang dia sayangin itu beneran udah nggak ada lagi di sisinya. Kehilangan kayak gini tuh emang berat banget rasanya, kayak dunia berhenti berputar seketika. Perasaan kehilangan yang mendadak ini seringkali bikin kita shock dan susah move on. Ingat banget dulu pas pertama kali denger lirik ini, rasanya tuh kayak ditampar kenyataan, bahwa nggak ada yang abadi di dunia ini, termasuk cinta.

Chorus:

That's why you go away, I will always want you to stay (Itulah mengapa kamu pergi, aku akan selalu ingin kamu tinggal) How many times have I broken your heart? (Berapa kali aku telah mematahkan hatimu?) How many lies have I told? (Berapa banyak kebohongan yang telah kukatakan?) I don't know, but I know that I never wanna see you hurt again (Aku tidak tahu, tapi aku tahu aku tidak pernah ingin melihatmu terluka lagi)

Nah, ini dia bagian chorus yang paling ngena. Si penyanyi ngakuin kalau mungkin dia yang jadi penyebab pasangannya pergi. Dia sadar kalau dia sering nyakitin pasangannya, baik secara sengaja maupun nggak sengaja. Pertanyaan retoris kayak "How many times have I broken your heart?" itu nunjukkin rasa bersalah yang mendalam. Dia nggak bisa ngitung lagi berapa kali dia bikin nangis, bikin kecewa, bikin sakit hati. Ditambah lagi sama pengakuan "How many lies have I told?", ini makin nunjukkin betapa nggak dewasanya dia dalam hubungan. Mungkin dia sering ngegantungin, sering ngasih harapan palsu, atau bahkan sering main di belakang. Semua kesalahan ini akhirnya bikin pasangannya nggak tahan lagi dan milih buat pergi. Tapi yang menarik, di akhir chorus, dia ngungkapin keinginan tulus buat nggak lihat pasangannya terluka lagi. Ini bisa diartikan sebagai penyesalan yang mendalam dan kesadaran bahwa dia nggak mau ngulangin kesalahan yang sama. Mungkin dia rela kehilangan pasangannya asal pasangannya bisa nemuin kebahagiaan di tempat lain, meskipun itu berarti harus berpisah selamanya. Itulah mengapa kamu pergi, karena kesalahan-kesalahan yang udah dia buat. Dan dia sadar itu.

Verse 2:

It's hard to understand, but not hard to accept (Sulit untuk dipahami, tapi tidak sulit untuk diterima) I'll always be here, if you ever want to come back (Aku akan selalu di sini, jika kamu pernah ingin kembali)

Di bait kedua ini, si penyanyi menunjukkan sisi kedewasaannya. Dia sadar kalau dia nggak bisa maksa pasangannya buat bertahan. Dia mencoba menerima kenyataan pahit ini, meskipun berat. Kalimat "It's hard to understand, but not hard to accept" nunjukkin pergulatan batinnya. Dia emang nggak ngerti kenapa semua ini harus terjadi, kenapa cinta mereka nggak bisa diselametin. Tapi, dia berusaha legowo dan menerima keputusan pasangannya. Ini adalah langkah penting menuju move on. Dia juga ngasih sinyal kalau dia masih ngarep pasangannya kembali. "I'll always be here, if you ever want to come back" nunjukkin kalau dia nggak akan nutup pintu sepenuhnya. Ada harapan yang tersisa, harapan kalau suatu saat nanti pasangannya sadar dan mau balik lagi. Sikap ini bisa dibilang agak dilematis ya. Di satu sisi dia udah berusaha menerima, di sisi lain dia masih punya harapan. Tapi, ini menunjukkan bahwa cintanya itu tulus, sampai rela nungguin walaupun udah disakiti.

Bridge:

I've been looking for you, but you've been looking for someone else (Aku telah mencarimu, tapi kamu telah mencari orang lain) I don't know what to do, I'm all alone (Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku sendirian)

Bagian bridge ini nambahin dimensi baru dalam cerita. Si penyanyi menyadari kalau dia nggak cuma disakitin, tapi juga dikhianati. Selama ini dia nyariin pasangannya, mungkin ngarep baikan, tapi ternyata pasangannya udah jalan sama orang lain. Pengkhianatan ini pasti sakit banget ya, guys. Rasanya kayak ditusuk dari belakang. Dia merasa ditinggalkan dan nggak tahu harus gimana lagi. "I don't know what to do, I'm all alone" adalah ungkapan keputusasaan yang paling jujur. Dia bener-bener nggak punya pegangan lagi. Perasaan sendirian dan nggak berdaya kayak gini emang salah satu penderitaan terberat dalam hubungan.

Outro:

That's why you go away (Itulah mengapa kamu pergi) I will always want you to stay (Aku akan selalu ingin kamu tinggal) That's why you go away (Itulah mengapa kamu pergi) I will always want you to stay (Aku akan selalu ingin kamu tinggal)

Di akhir lagu, MLTR ngulangin chorus lagi, menegaskan lagi akar masalahnya: si penyanyi sendiri yang bikin pasangannya pergi karena kesalahannya. Tapi di saat yang sama, dia nggak bisa ngilangin rasa kangen dan keinginan agar pasangannya tetap tinggal. Ini semacam siklus penyesalan yang nggak ada habisnya. Lagu ini ditutup dengan nada yang melankolis, meninggalkan pendengar dengan rasa sedih yang mendalam, tapi juga ada sedikit harapan yang tertinggal di hati.

Kesimpulan: Pelajaran dari "That's Why You Go Away"

Jadi, guys, dari lirik terjemahan "That's Why You Go Away" ini, kita bisa ambil banyak pelajaran. Pertama, pentingnya komunikasi dalam hubungan. Kalau dari awal si penyanyi lebih terbuka dan jujur, mungkin nggak akan sampai separah ini. Kedua, kesadaran diri dan tanggung jawab. Dia akhirnya sadar kalau dia yang salah dan bertanggung jawab atas perpisahan mereka. Dan yang ketiga, proses move on itu nggak gampang. Ada rasa sakit, penyesalan, tapi juga ada harapan. Lagu ini ngingetin kita bahwa nggak ada hubungan yang sempurna. Pasti ada aja masalah dan kerikil tajamnya. Yang penting adalah gimana kita belajar dari kesalahan, berusaha jadi lebih baik, dan yang terpenting, jangan pernah nyakitin orang yang kita sayang. Kalaupun perpisahan itu nggak terhindarkan, semoga kita bisa menghadapinya dengan lapang dada dan bisa menemukan kebahagiaan lagi, guys. Makasih udah nemenin bedah lirik lagu ini, semoga makin relate ya!