Lirik Dan Arti Lagu Mardua Holong: Ciptakan Nuansa Galau

by ADDMIN 57 views
Iklan Headers

Guys, siapa sih di sini yang lagi galau karena cinta? Pasti banyak ya! Nah, buat kalian yang lagi merasakan patah hati atau keraguan dalam hubungan, lagu "Mardua Holong" ini pas banget buat menemani. Lagu yang dibawakan oleh Style Voice ini emang legendaris banget di kalangan pecinta musik Batak. Kenapa sih lagu ini bisa begitu ngetren dan bikin banyak orang relate? Yuk, kita bedah bareng lirik dan artinya, biar kalian makin paham dan bisa ikut nyanyi sambil meresapi kesedihannya.

Makna Mendalam di Balik Lirik Mardua Holong

Oke, guys, mari kita mulai dengan mengupas makna dari judulnya dulu. "Mardua Holong" itu sendiri dalam bahasa Batak Toba artinya adalah "mencintai dua orang" atau bisa juga diartikan "terbagi rasa". Nah, dari judulnya aja udah ketebak kan kalau lagu ini bercerita tentang dilema cinta segitiga atau ketidaksetiaan. Siapa sih yang nggak pusing kalau udah cinta sama dua orang sekaligus? Atau lebih parah lagi, kalau kita yang dicintai ternyata punya perasaan yang sama ke orang lain. Duh, kebayang kan sakitnya kayak apa!

Lagu ini tuh kayak menceritakan banget perasaan seseorang yang sedang berada di posisi itu. Dia mungkin mencintai pasangannya dengan tulus, tapi entah kenapa ada hati lain yang singgah atau malah hati pasangannya yang goyah. Cerita dalam lagu ini real banget dan sering terjadi di kehidupan nyata. Makanya, banyak pendengar yang merasa terwakili dan bisa merasakan kepedihan yang digambarkan dalam liriknya. Musiknya yang melankolis dengan irama yang sedikit lambat makin menambah kesan galau dan sedih saat didengarkan. Bayangin aja, lagi dengerin lagu ini sambil ngeliatin hujan, fix auto nangis bombay!

Lirik Mardua Holong dan Analisisnya

Nah, sekarang kita masuk ke bagian inti nih, guys. Kita akan kupas tuntas lirik lagu "Mardua Holong" dan coba mengerti apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh si penulis lagu. Siap-siap ya, siapkan tisu kalau perlu!

Anju ma au Waege ito Di au da

(Maafkan aku / Sayangku / Kekasihku)***

Lirik awal ini udah manis banget ya, guys. Si penyanyi memohon agar dimaafkan oleh kekasihnya. Kata "waege ito" itu panggilan sayang yang lembut buat seorang wanita dalam budaya Batak. Ini nunjukin kalau si penyanyi masih sangat peduli dan sayang sama kekasihnya, meskipun ada masalah yang mungkin terjadi.

Ai mula-mula pe Holong ni roham

(Sejak awal / Sejak mulanya / Cintamu)**

Bagian ini menohok banget, guys. Penyanyi mengingat kembali bagaimana cinta kekasihnya itu tulus sejak awal. Perasaan sayang dan cinta yang diberikan di awal hubungan itu begitu indah dan tak terlupakan. Ini bisa jadi cara penyanyi untuk mengungkit kembali kenangan indah, berharap kekasihnya bisa kembali padanya, atau mungkin juga sebagai bentuk penyesalan karena telah menyia-nyiakan cinta yang tulus itu.

Maniaga pe au Mangkaukui

(Baru sekarang aku sadar / Akhirnya aku sadar)**

Nah, ini dia puncaknya. Si penyanyi baru sadar sekarang. Sadar akan apa? Sadar akan kesalahannya, atau sadar akan betapa berharganya cinta yang dia punya. Kesadaran yang datang terlambat ini seringkali jadi sumber penyesalan yang mendalam. Kalau udah sadar pas udah kehilangan, rasanya pasti nggak karuan ya, guys!

Di au da

(Darimu)*

Lanjutan dari kalimat sebelumnya, si penyanyi sadar akan cinta yang tulus itu berasal dari kekasihnya. Dia mengakui bahwa cinta sejati itu ada pada orang yang kini mungkin dia sakiti atau dia kecewakan.

Hape lao do ho Mandao

(Tapi kau pergi / Tapi kau menjauh)**

Ini adalah bagian paling menyakitkan. Setelah menyadari betapa berharganya cinta kekasihnya, yang terjadi malah kekasihnya pergi dan menjauh. Perasaan kecewa dan sedih pasti campur aduk di sini. Harapan yang baru tumbuh langsung pupus begitu saja. Sakitnya tuh di sini, guys!

Ditadinghon ho Mudan

(Kau tinggalkan / Aku sendiri)**

Yup, benar sekali. Kekasihnya benar-benar pergi dan meninggalkannya sendirian. Kata "mudan" di sini menekankan rasa kesepian dan ditinggalkan. Bayangin aja, udah sadar terlambat, eh malah ditinggalin. Komplit sudah penderitaan si tokoh dalam lagu ini.

Solomon ma Mudar

(Terus menerus / Menangis)**

Setelah ditinggalkan, yang bisa dilakukan si penyanyi hanyalah menangis. Tangisan yang tak henti-hentinya, menggambarkan kepedihan yang mendalam dan penyesalan yang luar biasa. Lagu ini berhasil bikin kita ikut merasakan kesedihan itu, kan?

Ai songon I ma

(Karena seperti / Itu dia)**

Nah, ini adalah penegasan dari alasan kenapa dia menangis. Kesedihan yang dia rasakan itu begitu nyata dan sesuai dengan apa yang dia alami.

Maninggalhon Ho

(Meninggalkan / Kau)**

Sekali lagi, lirik ini menekankan bahwa sumber kesedihan dan tangisannya adalah karena ditinggalkan oleh kekasihnya.

Jala Dua

(Dan / Dua)**

Kata "jala dua" ini penting banget, guys. Ini mengacu kembali ke judul lagu, "Mardua Holong". Maksudnya, mungkin si penyanyi meninggalkan kekasihnya karena dia mencintai orang lain, atau si kekasihnya yang meninggalkannya karena dia juga mencintai orang lain. Inilah inti dari dilema cinta yang rumit.

Holong

(Rasa / Cinta)*

Akhirnya, kata "holong" atau cinta ini menutup rangkaian kalimat, menegaskan bahwa seluruh masalah ini berakar pada cinta, atau lebih tepatnya, pada cinta yang terbagi.

Didok ho Na

(Kau bilang / Bahwa)**

Disini si penyanyi mengingat perkataan kekasihnya. Apa ya yang dibilang kekasihnya?

Holong mu Di

(Cintamu / Padaku)**

"Kau bilang cintamu padaku..." Aduh, manisnya si kekasih dulu. Janji-janji cinta yang diberikan pasti membuat hati berbunga-bunga saat itu. Tapi sekarang, janji itu tinggal kenangan.

Au

(Aku)*

Nah, kembali lagi si penyanyi menekankan bahwa cinta yang dulu diucapkan itu adalah untuk dirinya.

Hape torus Ma

(Tapi malah / Terus)**

Nah, kata "hape torus" ini menunjukkan sesuatu yang berbeda dari yang diharapkan. Harusnya cinta itu tetap untuknya, tapi kenyataannya berbeda.

Sihol Ho

(Merindukan / Kau)**

Oh, ini dia jawabannya. Ternyata, meskipun kekasihnya pernah bilang cinta padanya, si kekasih malah merindukan orang lain. Ini bisa jadi karena kekasihnya merasa bosan, tidak bahagia, atau memang jatuh cinta lagi pada orang lain. Sakit banget, kan?

Hape Di

(Tapi / Padaku)**

Masih tentang kekasihnya yang merindukan orang lain, kali ini kontrasnya ditujukan pada si penyanyi.

Au

(Aku)*

Si penyanyi merasa sedih dan kecewa karena kekasihnya lebih memilih merindukan orang lain daripada dirinya. Dia merasa tidak berarti lagi.

Nang Sihol

(Bahkan / Merindukan)**

Tambah lagi rasa sakitnya. Bukan hanya merindukan orang lain, tapi bahkan merindukan orang lain itu. Ini menunjukkan betapa dalam perasaan kekasihnya pada orang baru tersebut.

Ho

(Kau)*

Tetap merujuk pada orang lain yang dirindukan kekasihnya.

Sihol mi

(Rindumu / Padaku)*

Lagi-lagi, si penyanyi merasa terlupakan. Rindu kekasihnya ternyata bukan untuk dirinya.

Mao

(Yang)*

Ini kata sambung yang mengawali penjelasan lebih lanjut tentang kerinduan yang salah arah itu.

Ho

(Kau)*

Kembali merujuk pada orang lain.

Didok ho Na

(Kau bilang / Bahwa)**

Di sini, si penyanyi mengingat kembali perkataan kekasihnya yang lain.

Holong mu Di

(Cintamu / Padaku)**

Ups, lagi-lagi ada pengulangan lirik yang menyakitkan. "Kau bilang cintamu padaku..." Ini bisa jadi pengulangan untuk menekankan betapa kontrasnya kenyataan sekarang dengan janji masa lalu.

Au

(Aku)*

Tetap untuk dirinya.

Hape torus Ma

(Tapi malah / Terus)**

Dan lagi-lagi, kenyataan berbanding terbalik dengan janji.

Sihol Ho

(Merindukan / Kau)**

Dan lagi-lagi, kekasihnya merindukan orang lain.

Hape Di

(Tapi / Padaku)**

Dan lagi-lagi, bukan dirinya yang dirindukan.

Au

(Aku)*

Sedihnya si penyanyi yang merasa tak lagi punya tempat di hati kekasihnya.

Nang Sihol

(Bahkan / Merindukan)**

Dan lagi-lagi, bahkan merindukan orang lain.

Ho

(Kau)*

Tetap orang lain.

Sihol mi

(Rindumu / Padaku)*

Kesimpulannya, rindu kekasihnya tidak pernah tertuju padanya.

Mao

(Yang)*

Penghubung kalimat.

Ho

(Kau)*

Tetap orang lain.

Sipata Lao Do

(Mungkin / Pergi / Akan)***

Nah, di bagian ini ada prediksi atau kemungkinan bahwa kekasihnya akan pergi. Ini adalah ketakutan terbesar si penyanyi.

Au

(Aku)*

Akibatnya, jika kekasihnya pergi, maka dirinya yang akan ditinggalkan.

Didit a

(Sendirian / Aku)*

Dan dia akan ditinggalkan sendirian. Kata "didit au" ini menunjukkan rasa kesepian yang mendalam.

Muda

(Aku / Sendirian)*

Penegasan kembali bahwa dia akan ditinggalkan sendirian.

Dao

(Jauh)*

Dan pergi jauh. Semakin menyakitkan membayangkannya.

Di Au Da

(Di / Padaku / Dulu)***

Si penyanyi mengingat kembali masa lalu saat kekasihnya masih ada di sisinya.

Sonon Do

(Begini / Ternyata)**

Dia menyadari bahwa nasibnya ternyata seperti ini, berbanding terbalik dengan masa lalu yang indah.

Hape Ma Tading

(Tapi / Malah / Tinggal)***

Dan yang terjadi malah tinggal kenangan pahit.

Mu

(Mu)*

Ini merujuk pada sesuatu yang dia tinggalkan.

Nang Holong

(Bahkan / Cinta)**

Bahkan cinta yang pernah ada ikut hilang.

Mu

(Mu)*

Kembali merujuk pada kekasihnya.

Na Dibahen Ho

(Yang / Dibuat / Kau)***

Semua ini adalah akibat dari perbuatan kekasihnya.

Ase Ma Jala

(Agar / Maka / Dan)***

Si penyanyi berharap agar masalah ini segera berakhir.

Au Mudan

(Aku / Sendirian)**

Dia berharap dia tidak ditinggalkan sendirian.

Hape Lam

(Tapi / Semakin)**

Namun yang terjadi malah semakin buruk.

Gojit

(Buruk / Parah)*

Situasinya semakin parah dan rumit.

Ma

(Mendalam)*

Perasaan sedihnya semakin mendalam.

Asi Ma

(Kasihanilah / Maka)**

Dia memohon belas kasihan.

Au

(Aku)*

Memohon agar dikasihani.

Jala Boi

(Dan / Bisa)**

Dia berharap ada kesempatan untuk memperbaiki.

Ho

(Kau)*

Kesempatan untuk dia dan kekasihnya.

Pauli Au

(Perbaiki / Aku)**

Dia meminta agar kekasihnya memperbaiki hubungannya dengan dirinya.

Nungga Boi Hita

(Sudah / Bisa / Kita)***

Dia bertanya apakah masih ada harapan untuk mereka berdua.

Marsipare

(Saling menjaga / Merawat)*

Dia berharap mereka bisa kembali seperti dulu, saling menjaga.

Holo

(Kasih)*

Kembali merujuk pada cinta.

Nga Bo

(Sudah / Bisa)**

Pertanyaan retoris, apakah masih ada kemungkinan.

Hita

(Kita)*

Merujuk pada hubungan mereka berdua.

Marsipare

(Saling menjaga / Merawat)*

Harapan untuk kembali menjaga satu sama lain.

Holo

(Kasih)*

Cinta yang hilang.

Nunga Boi Hita

(Sudah / Bisa / Kita)***

Pertanyaan terakhir, apakah masih bisa diselamatkan.

Marsipare

(Saling menjaga / Merawat)*

Harapan untuk memulai kembali dan saling menjaga.

Holo

(Kasih)*

Harapan akan kembalinya cinta.

Kesimpulan dan Pesan Moral

Jadi, guys, lagu "Mardua Holong" ini beneran menggambarkan perjuangan batin seseorang yang terjebak dalam kerumitan cinta. Liriknya yang puitis tapi menusuk hati ini bikin kita sadar betapa pentingnya menjaga satu hati dan tidak mempermainkan perasaan orang lain. Pesan moralnya jelas: jujur dalam cinta itu penting banget. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena sudah menyakiti orang yang tulus mencintai kita, atau malah kehilangan orang yang kita cintai karena ketidaksetiaan.

Lagu ini cocok banget buat kalian yang lagi butuh pengingat tentang pentingnya kesetiaan dalam hubungan. Atau buat kalian yang lagi galau, lagu ini bisa jadi teman setia untuk meluapkan perasaan. Tapi ingat ya, jangan sampai terlalu larut dalam kesedihan. Setelah nangis dan meresapi lagunya, semoga kalian bisa bangkit lagi dan menemukan jalan keluar terbaik dari masalah percintaan kalian. Tetap semangat ya, guys! Cinta itu indah, tapi juga butuh usaha dan kejujuran dari kedua belah pihak. Ciyeeeee yang lagi dimabuk cinta, jaga baik-baik ya! Dan buat yang lagi patah hati, semoga cepat move on dan menemukan cinta yang lebih baik lagi. Amiiin!