Lirik Sholawat Nahdliyah: Arab, Latin, & Terjemahan

by ADDMIN 52 views
Iklan Headers

Halo, guys! Siapa nih di sini yang suka banget sama sholawat? Khususnya buat kalian yang Nahdliyin sejati, pasti udah nggak asing lagi dong sama yang namanya Sholawat Nahdliyah. Sholawat ini emang punya tempat spesial di hati banyak umat Islam di Indonesia, terutama yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Yuk, kita kupas tuntas liriknya biar makin dalem maknanya dan makin khusyuk pas ngucapinnya.

Sejarah Singkat dan Keutamaan Sholawat Nahdliyah

Sebelum kita melangkah lebih jauh ke liriknya, ada baiknya kita kenalan dulu sama Sholawat Nahdliyah ini. Sholawat ini punya sejarah yang cukup menarik dan erat kaitannya dengan perjuangan serta ajaran NU. Konon, sholawat ini diciptakan sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW, sekaligus sebagai penguat identitas ke-NU-an. Keutamaan mengamalkan sholawat itu sendiri udah nggak perlu diragukan lagi, guys. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan" (QS. Al-Ahzab: 56). Nah, dengan bersholawat, kita nggak cuma dapet pahala, tapi juga meneladani sifat dan akhlak mulia Rasulullah SAW. Sholawat Nahdliyah ini jadi salah satu wadah kita buat menyalurkan kecintaan itu. Bayangin aja, tiap kali kita ngucapin sholawat, kita lagi "ngobrol" sama Allah dan Nabi kita. Pasti rasanya adem banget, kan? Makanya, yuk kita mulai hafalin dan amalin liriknya.

Lirik Sholawat Nahdliyah (Tulisan Arab)

Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu. Buat kalian yang pengen banget baca sholawat ini pake tulisan Arab aslinya, ini dia liriknya:

"Alhamdulillahil qowiyyi 'an 'aadihil qodari, wal mudabbiri li ahkaamil qodari, wal mahmudi fi kulli fi'lihi wa qadarihi, alladzi qodaro fa hadaa, wa alladzi huwa yud'aa fa yujibu kullaman nadahu, wa yatawhadu ila kulli man da'ahu. As aluka bi ismil ladzi da'aa bihi Nuhun al-amin, fa anjala al-ma'a min al-saba', wa ismil ladzi da'aa bihi Ibrahim al-khalil, fa anjala an nar min al-lahib, wa ismil ladzi da'aa bihi Musa al-kalim, fa anjala al-bahra li bani israil, wa ismil ladzi da'aa bihi Isa al-ruh, fa ansya'a al-mauta bi idznillah. Wa as aluka bi ismil ladzi da'aa bihi Nabiyyuna Muhammadun al-mustafa, sayyidul mursalin wa khayrul khalqi ajma'in, fa ansya'ta lahu al-nur, wa anjalta al-furqan, wa asbathta lahu al-makanah al-'ulya. Allahumma fasholli wa sallim 'ala sayyidil anbiya'i wal mursalin, sayyidina wa maulana Muhammadin wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in."

Gimana, guys? Udah kebayang belum feel-nya pas baca teks Arab ini? Keren banget kan? Perlu diingat, keindahan sholawat itu nggak cuma dari tulisan Arabnya, tapi juga dari makna yang terkandung di dalamnya. Jadi, jangan cuma sekadar baca teksnya aja, tapi coba pahami juga artinya biar makin meresap. Setiap kata dalam sholawat ini punya kedalaman makna yang luar biasa, mencerminkan keagungan Allah SWT dan kecintaan kita kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Makanya, penting banget buat kita terus belajar dan tadabbur ayat-ayat serta doa-doa yang ada dalam sholawat ini.

Makna Mendalam di Balik Lirik Sholawat Nahdliyah

Biar makin afdol, yuk kita bedah arti dari setiap bagian lirik Sholawat Nahdliyah ini. Memahami makna bakal bikin kita makin ngerasa terhubung sama Allah SWT dan Rasul-Nya. Kita mulai dari awal ya, guys:

"Alhamdulillahil qowiyyi 'an 'aadihil qodari, wal mudabbiri li ahkaamil qodari, wal mahmudi fi kulli fi'lihi wa qadarihi, alladzi qodaro fa hadaa, wa alladzi huwa yud'aa fa yujibu kullaman nadahu, wa yatawhadu ila kulli man da'ahu."

Bagian ini adalah pujian kepada Allah SWT. Kita mengakui ke-Maha Kuasaan-Nya yang tak terbatas, ke Maha-an-Nya dalam mengatur segala takdir, dan pujian yang layak bagi-Nya dalam setiap perbuatan dan ketetapan-Nya. Dia yang menentukan segalanya dan memberi petunjuk. Dia pula yang mengabulkan doa setiap orang yang memohon kepada-Nya, dan menerima siapa saja yang berserah diri kepada-Nya. Masya Allah, betapa agungnya Allah! Kita sadar kalau segala sesuatu itu terjadi atas kehendak-Nya.

Selanjutnya, kita berdoa menggunakan Wasilah (perantara) nama-nama Allah yang agung yang pernah digunakan oleh para nabi:

"As aluka bi ismil ladzi da'aa bihi Nuhun al-amin, fa anjala al-ma'a min al-saba', wa ismil ladzi da'aa bihi Ibrahim al-khalil, fa anjala an nar min al-lahib, wa ismil ladzi da'aa bihi Musa al-kalim, fa anjala al-bahra li bani israil, wa ismil ladzi da'aa bihi Isa al-ruh, fa ansya'a al-mauta bi idznillah."

Di sini, kita memohon kepada Allah dengan perantaraan nama-Nya yang digunakan oleh Nabi Nuh AS saat memohon, sehingga Allah menurunkan air dari langit. Juga nama-Nya yang digunakan oleh Nabi Ibrahim AS saat memohon, sehingga Allah memadamkan api dari dirinya. Serta nama-Nya yang digunakan oleh Nabi Musa AS saat memohon, sehingga Allah membelah lautan untuk Bani Israil. Dan nama-Nya yang digunakan oleh Nabi Isa AS saat memohon, sehingga Allah menghidupkan orang mati dengan izin-Nya. Subhanallah, kita memohon kepada Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang telah mengabulkan doa para nabi terdahulu. Ini menunjukkan betapa mustajabnya doa-doa yang disertai dengan tawassul kepada Allah melalui nama-nama-Nya yang mulia.

Terakhir, kita memohon dengan perantaraan nama Allah yang digunakan oleh junjungan kita, Nabi Muhammad SAW:

"Wa as aluka bi ismil ladzi da'aa bihi Nabiyyuna Muhammadun al-mustafa, sayyidul mursalin wa khayrul khalqi ajma'in, fa ansya'ta lahu al-nur, wa anjalta al-furqan, wa asbathta lahu al-makanah al-'ulya. Allahumma fasholli wa sallim 'ala sayyidil anbiya'i wal mursalin, sayyidina wa maulana Muhammadin wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in."

Kita memohon kepada Allah dengan perantaraan nama-Nya yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW, sang pemimpin para rasul dan sebaik-baiknya makhluk. Dengan doa beliau, Allah menciptakan cahaya untuknya, menurunkan Al-Qur'an (Al-Furqan), dan memberinya kedudukan yang tinggi. Masya Allah, sungguh sebuah kehormatan bagi kita untuk meneladani beliau. Di akhir, kita memanjatkan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Ini adalah puncak dari penghambaan dan kecintaan kita.

Lirik Sholawat Nahdliyah (Latin dan Terjemahan)

Biar makin gampang buat kalian yang belum lancar baca Arab atau pengen langsung paham artinya, ini dia lirik Sholawat Nahdliyah dalam tulisan Latin beserta terjemahannya:

Tulisan Latin:

"*Alhamdulillahil qowiyyi 'an 'aadihil qodari, Wal mudabbiri li ahkaamil qodari, Wal mahmudi fi kulli fi'lihi wa qadarihi, Alladzi qodaro fa hadaa, Wa alladzi huwa yud'aa fa yujibu kullaman nadahu, Wa yatawhadu ila kulli man da'ahu.

As aluka bi ismil ladzi da'aa bihi Nuhun al-amin, Fa anjala al-ma'a min al-saba', Wa ismil ladzi da'aa bihi Ibrahim al-khalil, Fa anjala an nar min al-lahib, Wa ismil ladzi da'aa bihi Musa al-kalim, Fa anjala al-bahra li bani israil, Wa ismil ladzi da'aa bihi Isa al-ruh, Fa ansya'a al-mauta bi idznillah.

Wa as aluka bi ismil ladzi da'aa bihi Nabiyyuna Muhammadun al-mustafa, Sayyidul mursalin wa khayrul khalqi ajma'in, Fa ansya'ta lahu al-nur, Wa anjalta al-furqan, Wa asbathta lahu al-makanah al-'ulya.

Allahumma fasholli wa sallim 'ala sayyidil anbiya'i wal mursalin, Sayyidina wa maulana Muhammadin wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in.*"

Terjemahan:

"*Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat atas takdir-Nya, Yang Mengatur segala hukum ketetapan-Nya, Yang Maha Terpuji dalam setiap perbuatan dan ketetapan-Nya, Yang Maha Menentukan dan Memberi Petunjuk, Yang Maha Mengabulkan bagi siapa saja yang berdoa kepada-Nya, Dan Maha Menerima siapa saja yang berserah diri kepada-Nya.

Aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang digunakan Nabi Nuh Al-Amin untuk memohon, Sehingga Engkau menurunkan air dari langit, Dan dengan nama-Mu yang digunakan Nabi Ibrahim Al-Khalil untuk memohon, Sehingga Engkau memadamkan api dari dirinya, Dan dengan nama-Mu yang digunakan Nabi Musa Al-Kalim untuk memohon, Sehingga Engkau membelah lautan untuk Bani Israil, Dan dengan nama-Mu yang digunakan Nabi Isa Al-Ruh untuk memohon, Sehingga Engkau menghidupkan orang mati dengan izin-Mu.

Dan aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang digunakan Nabi Kami Muhammad Al-Mustafa, Penghulu para Rasul dan sebaik-baiknya makhluk, Sehingga Engkau menciptakan cahaya untuknya, Menurunkan Al-Qur'an (Al-Furqan), Dan memberinya kedudukan yang tinggi.

Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam atas Penghulu para Nabi dan Rasul, Junjungan kami dan tuan kami Muhammad, serta atas keluarga dan seluruh sahabatnya.*"

Gimana, guys? Makin jelas kan sekarang makna dari setiap untaian kata dalam Sholawat Nahdliyah ini? Dengan memahami terjemahannya, kita bisa lebih menghayati setiap pujian, permohonan, dan doa yang kita panjatkan. Ini penting banget biar sholawat yang kita baca bukan cuma sekadar lantunan kata, tapi benar-benar sampai ke hati dan menjadi sarana kita mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Tips Mengamalkan Sholawat Nahdliyah

Biar makin berkah dan manfaatnya terasa, ada beberapa tips nih yang bisa kalian lakuin saat mengamalkan Sholawat Nahdliyah:

  1. Niatkan karena Allah Swt. Yang paling penting, guys, adalah niat. Pastikan kalian membaca sholawat ini semata-mata karena Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, bukan karena yang lain.
  2. Pahami Maknanya. Seperti yang udah kita bahas tadi, memahami arti dari setiap lirik itu penting banget. Jadi, pas ngucapinnya, kita beneran ngerasain dan meresapi setiap kata.
  3. Baca dengan Tartil dan Khusyuk. Usahakan membaca sholawat ini dengan tenang, perlahan, dan penuh penghayatan. Hindari membaca terburu-buru. Fokus pada bacaan dan maknanya.
  4. Istiqomah. Rutinitas itu penting, guys. Cobalah untuk membaca sholawat ini secara istiqomah, misalnya setelah sholat fardhu, sebelum tidur, atau di waktu-waktu luang lainnya. Semakin sering dibaca, Insya Allah semakin dekat hati kita dengan Rasulullah SAW.
  5. Amalkan Ajaran Rasulullah Saw. Sholawat bukan cuma soal bacaan, tapi juga soal teladan. Setelah bersholawat, jangan lupa untuk berusaha mengamalkan ajaran-ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan sholawat sebagai motivasi untuk jadi pribadi yang lebih baik.

Dengan mengamalkan tips-tips di atas, Insya Allah bacaan sholawat kita akan lebih bermakna dan membawa keberkahan. Ingat, guys, sholawat adalah jembatan kita untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat kelak.

Penutup

Gimana, guys? Udah lebih paham kan soal lirik Sholawat Nahdliyah, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya? Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian semua yang ingin semakin mendalami kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui sholawat. Yuk, kita terus lantunkan sholawat ini dengan penuh penghayatan dan jadikan sebagai amalan sehari-hari. Sholawat Nahdliyah ini bukan cuma sekadar lirik, tapi sebuah doa, pujian, dan pengakuan kita sebagai umat yang mencintai Nabi Muhammad SAW. Jangan lupa juga untuk terus belajar dan mencari ilmu agama agar keimanan kita semakin kuat. Keep istiqomah, guys!"